Palestina (dan Dunia Islam) Melawan!

0
4

LiputanIslam.com –Awal tahun 2020 ditandai dengan beberapa peristiwa besar di dunia Islam. Yang paling fenomenal tentu saja aksi teror yang dilakukan AS terhadap jenderal Iran Qassem Soleimani bersama petinggi militer Irak Abu Mahdi Al-Muhandis. Trump yang memerintahkan secara langsung aksi teror itu ternyata keliru. Peristiwa pembunuhan itu malah menciptakan euforia perlawanan balik dari Iran dan juga Irak. Untuk pertama kalinya, pangkalan militer AS diserang oleh militer dari sebuah negara berdaulat (yaitu Iran). Juga untuk pertama kalinya, pemerintah dan rakyat Irak sepakat menghentikan izin keberadaan AS di negara itu. Keberanian dan perlawanan dari kedua negara itu betul-betul di luar dugaan Trump.

Situasi tak terduga yang sama juga terjadi pada peristiwa yang menyangkut dunia Islam lainnya, yaitu Palestina. Sebuah proposal yang disebut oleh AS sebagai Deal of The Century, atau Kesepakatan Abad Ini, telah diumumkan. Proposal yang terkait dengan masa depan Palestina ini, tanpa diduga oleh Trump, ternyata malah menimbulkan resistensi politik yang sangat kuat dan solid dari pihak Palestina, sebuah kondisi yang sangat jarang terjadi.

Tidak seperti biasanya, berbagai faksi yang selama ini sering berbeda pendapat soal Palestina, kali ini memiliki kesamaan suara. Sikap HAMAS dan Jihad Islam, faksi perlawanan yang berbasis di Gaza, sejak awal sudah bisa diduga. Keduanya dengan tegas menolak proposal tersebut. Sikap yang mengejutkan muncul dari faksi Fatah dan otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat. Mereka juga ternyata bereaksi sangat keras dan kritis. Tidak main-main. Mereka menyebut proposal tersebut tak lebih dari sampah sejarah yang segera akan dibuang. Otoritas Palestina juga memutus semua jalur komunikasi dengan Israel dan AS.

Soliditas sikap faksi-faksi Palestina ini memicu munculnya prakarsa lain, berupa pembentukan Komisi Tinggi Nasional yang melibatkan semua komponen politik, nasional, dan rakyat di dalam dan di luar wilayah Palestina untuk melawan Perjanjian Abad Ini. Menurut para pemrakarsanya, momentum pembentukan komisi ini sangat tepat, mengingat Perjanjian Abad Ini secara jelas dan nyata bertentangan dengan semua standar serta nilai kemanusiaan, moral, dan hukum.

Dari luar Palestina, suara-suara penentangan juga muncul. Liga Arab biasanya lembek atau bertengkar dengan sesama anggota jika sudah berurusan dengan AS (dan Israel). Akan tetapi, kali ini, mereka bersikap sama: menolak proposal AS. Dalam konteks yang lebih luas lagi, Organisasi Konferensi Islam (OKI) juga telah bersidang, dan langsung sepakat merilis sebuah statemen. Isinya: menganggap proposal Trump tersebut bias dan mengadopsi narasi Israel. OKI juga menyerukan 57 anggotanya agar tidak berurusan dengan AS dalam implementasi prakarsa tersebut.

Sebenarnya, jika kita menelisik beberapa kejadian belakangan ini, perubahan sikap faksi di Tepi Barat serta dunia Islam itu bisa diprediksi. Pamor AS (dan Israel) saat ini sudah semakin menurun. Mereka gagal mengacak-acak Suriah. Upaya menaklukkan kelompok Houthi di Yaman (melalui tangan Arab Saudi) juga bisa disebut gagal total. Lalu, AS melakukan kekeliruan fatal ketika membunuh Jenderal Qassem Soleimani, yang menimbulkan kemarahan tak terduga dalam bentuk serangan rudal yang menghancurkan salah satu pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah.

Palestina dan dunia Islam sudah melawan. Mudah-mudahan momentum ini bisa terus terjaga. Mudah-mudahan pula, tidak ada yang berkhianat di kubu Palestina dan ummat Islam. Dengan izin Allah, kita segera akan menyaksikan kemerdekaan bangs Palestina dari penjajahan. (os/editorial/lpitanislam)

Leave a reply

More News